Postingan

Program HIMSSI

HIMSSI-Himpunan Seni Silat Indonesia berkonsentrasi melatih / mengembangkan pencak silat kepada generasi muda dalam 2 bentuk yaitu : Beladiri Pencak silat sebagai bela diri diarahkan pada latihan-latihan jurus aplikatif untuk pembelaan diri dari gangguan tindak kekerasan orang lain. Sedangkan pencak silat sebagai olah raga diarahkan pada latihan-latihan khusus untuk menghadapi kejuaaran pencak silat tingkat daerah maupun nasional. HIMSSI memilih jalur jenjang pendidikan (jalur akademis) dalam mengembangkan pencak silat kepada generasi muda, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah tinggi (universitas).  Hal ini dapat menghilangkan asumsi masyarakat, bahwa orang yang suka berkelahi itu adalah orang yang tidak berpendidikan (preman). Kemudian hal ini dapat mengurangi tingkat kekerasan di kalangan generasi muda, karena orang yang berpendidikan biasanya tidak suka berkelahi (menggunakan tindak kekerasan) untuk menyelesaikan masalah sosial masyarakatnya.  Pesilat yang berasal d...

Arti Lambang

Gambar
Arti lambang HIMSSI  berikut:   1. Lingkaran pertama Melambangkan himpunan seni silat Indonesia dan berbagai aliran. Warna kuning melambangkan kejayaan / kemuliaan atas dasar budi luhur dan atau berakhlak mulia  2. Lingkaran Kedua Melambangkan kesatuan dan keseragaman bentuk maupun sifat serta motivasi seni silat. Warna merah putih di tengah melambangkan sumber seni silat dari kawassan nusantara (pusakan tanah air). 3. Bintang 5 (lima) melambangkan lima prinsip hidup pendekar, yaitu: Kejujuran. Kebenaran. Keadilan. Kebijaksanaan. Ketegasan. 4. Trisula - Keris, melambangkan senjata penyanggah kemungkinan yang membahayakan hak-hak hidup manusia dalam tugasnya. 5. Golok bersilang dua, melambangkan ketangkasan, kecerdasan, ketajaman berfikir, dan kecepatan bertindak.   6. Pita bertuliskan HIMSSI, melambangkan sifat kekeluargaan dalam anggota HIMSSI.   7. Dasar lambang berwarna merah, melambangkan jiwa patriotis semangat proklam...

Visi dan Misi

Gambar
Visi Membentuk pesilat handal berprestasi berakhlakul karimah, sehat, kuat lahir dan batin, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Misi Mewujudkan kesatuan dan persatuan serta kebersamaan rasa solidaritas dalam keluarga besar HIMSSI khususnya, kerukunan antar umat beragama umumnya. Kode Etik Kode etik HIMSSI adalah Panca Dharma dan Catur Karsa sebagai berikut: PANCA DHARMA Pesilat dan atau Pendekar HIMSSI mempunyai 5 (lima) kewajiban 'baik', yaitu: Baik dalam berfikir dan atau berfikir positif. Baik dalam pertimbangan rasa dan atau berperasaan positif. Baik dalam berpendapat dan atau idealis / prinsip positif. Baik dalam bertindak dan atau gerak laku positif. Baik dalam berkomunikasi dan atau santun dalam bahasa. CATUR KARSA Pesilat dan atau Pendekar HIMSSI memiliki 4 (empat) faktor 'sikap utama', yaitu: Keterampilan. Ketangkasan. Kecerdasan. Ketegasan.

Pendiri HIMSSI

Gambar
Organisasi didirikan pada tanggal 30 Maret 1979 oleh Tubagus Nasuha berserta 12 orang pelatih di Gedung Markas Daerah Legiun Veteran Propinsi Sumatera Selatan. Dua belas pelatih yang menjadi pendiri HIMSSI saat ini disebut dengan Dewan Pendiri Pusat (DPP) adalah sebagai berikut : Ir. H. Kadir Rakhman. Lukman Hambali. Drs. H. M. Akib, MSi. Mansyur Akhmad. Purwadi TR. Fauzi Hamid, SE. Asmuddin, S.Ag. Abdul Manan. Helmy Yoga. Mensatria.                                                      Asep Waluyo, B.Sc Ir. Affandi "Bangsa yang Mulia adalah Bangsa yamg mencintai kebudayaan bangsa sendiri" (Tubagus Nasuha)

SEJARAH HIMSSI e-SA DI PROPINSI RIAU

  Asmudin adalah sosok seorang pendekar yang haus dengan ilmu silat dan ilmu hikmah. Setelah sesampainya di Pekanbaru, melihat prospek yang cerah maka di ambil kesimpulan organisasi olah raga bela diri HIMSSI harus di dirikan di Ibu Kota Propinsi Riau. Berikut kronologis pendirian HIMSSI di Propinsi Riau. Sembari sebagai seorang volunteer service Asmudin berkenalan dengan seorang Polisi lalu Lintas Polda Riau bernama Drs. Aman Ismail yang juga sebagai ketua RW V Kelurahan Kampung Melayu kecamatan Sukajadi. Drs. Aman Ismail juga sebagai seorang dosen UNILAK dan juga Asmudin berkenalan dengan seorang Pegawai Negeri bernama Sjahril Wirya (Almarhum). Membicarakan masalah pembinaan generasi muda terutama remaja putra dan putri di kawasan RW V tersebut.             Maka pada tanggal 23 Agustus 1983 resmi HIMSSI didirikan dan dibentuk susunan pengurus cabang Kota Madya Pekanbaru dengan ketua Drs. Aman Ismail dan HIMSSI mendaftarkan di...

SEJARAH HIMSSI e-SA SECARA UMUM

Gambar
Bermula dari seorang pendekar silat  bernama Asmudin (46 Tahun) dengan nama kecil Teuku Abdul Mun’im Al Qudsi adalah seorang pendekar yang berguru kepada Sayyidina  Amin dan Teuku Muhammad Zein Al Qudsi keduanya adalah pendekar ahli Hikmah dan Bathiniah. Setelah usia dewasa Asmudin menamatkan Al Qur’an dan berbekal ilmu silat maka bergabunglah dengan perguruan Tapak Suci di kota Palembang dan diangkat sebagai pelatih pada tahun 1974 dibawah pimpinan Drs. Tochlon Abdur Ra’uf dan Pelatih Drs. Sahlanuddin serta pendekar  Tapak Suci masa itu bernama Ahmad Sjarif pada akhir tahun 1976 perguruan Tapak Suci  melaksanakan yang dinamakan gerakan komando Jihad.  Namun yang namanya Asmudin tidak terlibat secara total dalam kegiatan komando Jihad tersebut. Bersama sahabat-sahabatnya antara lain Helmi Yoga, Mansyur Effendi, M. Akib, Fauzi Hamid, Purwadi, Abdul Manan, Men Satria, Abdul Kadir BSc, Lukman Hambali BA, Sahrul dan Asep Mulyana menghimpun diri menyikapi kejadian ...

PERJALANAN PENCAK SILAT HIMSSI (HIMPUNAN SENI SILAT INDONESIA)

Gambar
Kepulauan Indonesia merupakan suatu gugusan terpanjang dan terbesar didunia, yang  senantiasa kaya akan budaya. Beraneka ragam budaya serta adat istiadat merupakan  khasanah untuk berwawasan nusantara. Maka dari itulah sudah menjadi motto yang  termaktub dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Dapat disadari diantara banyaknya kebudayaan itu, sebagian besar bangsa kita belum mengenalnya, terutama budaya bangsa yang ada ditiap-tiap daerah yang ada di tanah air. Karena dengan adanya pengenalan yang lebih dekat serta mendalami budaya itu lebih dekat serta memperdalam saling pengertian itu akan otomatis merupakan jaring pengikat kesatuan Indonesia dan akhirnya mampu sebagai modal untuk pembangunan, budaya khususnya. Kebudayaan nasional  merupakan suatu cita-cita  bangsa Indonesia  yang memang layak diperjuangkan, dikembangkan dan ditingkatkan  dari masa ke masa. Dia harus dibina dan  dikembangkan sedemikian rupa sehingga Indonesia mempunyai  suat...